Korban Banjir di Karangpilang Tak Tersentuh Bantuan, Banjir Masih Merendam Rumah di Bantaran Sungai Brantas.

26 Februari 2025 / oleh juangrak / views 193
Warga Karangpilang masih mengungsi di TPQ An-Nahl Surabaya, Rabu (26/02/2025). Foto Redaksi
Warga Karangpilang masih mengungsi di TPQ An-Nahl Surabaya, Rabu (26/02/2025). Foto Redaksi

Juangrakyat.com, Surabaya. Kampung di RT 03 RW 03 Kelurahan Karangpilang Surabaya kosong di malam hari. Mereka tinggalkan rumah mereka yang sudah terendam air hingga 1 meter lebih. Tempat tinggal yang dihuni bertahun-tahun seakan menjadi saksi bagaimana air luapan sungai Brantas datang secara tiba-tiba.

Bencana tahunan? iya memang, kawasan ini terbilang sudah mepet dengan bibir sungai. Jika curah hujan tinggi di hulu nya, maka otomatis debit air akan tinggi. Namun masyarakat tetap memilih tinggal di kawasan tersebut karena sudah cukup lama bertempat tinggal meski ancaman banjir itu nyata adanya.

“Untung tak tinggikan (gedung TPQ), alhamdulillah bisa digunakan untuk warga yang mengungsi. Mereka sejak hari pertama sudah disini.” terang Ahmad pengasuh TPQ di Karangpilang tersebut.

Bahkan, sembari berjalan menuju lorong rumahnya, pria yang sudah tinggal bertahun-tahun di lokasi tersebut tak terasa air setinggi paha atau kurang lebih 1 meter. Diakuinya, datangnya air luapan sungai sangat tiba-tiba dan tidak menentu. “Kadang surut, tapi besok malamnya langsung naik secara drastis” terangnya.

Tapi sangat disayangkan, warga yang menjadi korban banjir tersebut tidak mendapatkan bantuan apapun dari Pemkot Surabaya. Hingga hari Rabu (26/02/2025) pengakuan dari warga belum ada bantuan permakanan maupun dapur umum. Sedangkan, kata Ahmad, banyak warga yang mengungsi dan tidak bisa kembali ke rumahnya untuk memasak.

“Belum ada (bantuan), tadi kata Pak RT dan sejumlah warga belum ada sama sekali bantuan dari Pemkot atau manapun,” ujarnya.

Dapur umum, kata Ahmad adalah salah satu hal mendesak dibutuhkan oleh warga di RT 03 RW 03 Kelurahan Karangpilang yang dihuni oleh 150 jiwa tersebut. Sempat ada pejabat kelurahan yang melakukan survei dan petugas mendata korban yang terdampak banjir. Namun, harapan tinggal harapan, bantuan yang seharusnya didapatkan dari pemerintah tak kunjung datang. (red/*) 

Post Tag

Postingan ini tidak memiliki tag

juangrak