juangrakyat.com, Surabaya. Duel leg kedua Persib Bandung dan Madura yang berlangsung di pulau garam masih membekas bagi warga Kota Surabaya. Larangan untuk tim suporter tamu datang tampaknya diabaikan oleh bobotoh Bandung. Sehingga aksi tersebut membuat adanya gerakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat kericuhan. Selain itu, media sosial jelang pertandingan cukup panas antara aku oknum bobotoh dan oknum bonek. Sontak, saling sindir di medsos berujung pada oknum yang menunggu kedatangan suporter Persib yang masuk tanpa menggunakan atribut.
Alhasil, KA Pasundan diduga memuat suporter Persib Bandung mengalami lemparan oleh oknum di kawasan stasiun Gubeng Surabaya. Ada sejumlah kaca mengalami kerusakan akibat lemparan batu tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara tegas meminta maaf atas peristiwa penyerangan oleh oknum terhadap KA Pasundan. “Saya sebagai wali kota Surabaya mengucapkan mohon maaf,” katanya.
Cak Eri mengatakan, hubungan baik antara Bonek dengan suporter Bandung tidak memudar akibat insiden pelemparan yang terjadi di pelintasan kereta Jalan Ambengan pada Kamis (30/5/2024) malam.
Menurut dia, para pelaku pelemparan tersebut adalah oknum suporter yang mengatasnamakan Bonek. Informasi itu didapatkanya setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. “Kita juga sudah koordinasi dengan kepolisian dan teman-teman Bonek. Mohon maaf ini tidak semua Bonek, ini oknum, Bonek tidak tahu semuanya kejadian semalam itu,” jelasnya.
Katanya, “Ada sejumlah pihak yang dengan sengaja merusak nama baik Bonek. Sebab, mereka kerap menjaga suporter lain ketika berada di Surabaya.”
Dia mencontohkan, suporter Jakarta atau the jak saat berkunjung atau melintas juga dikawal oleh bonek. Perlu adanya evaluasi dan pembelajaran bagi suporter sepakbola, terlebih, kata Eri, fanatisme dan jiwa persaudaraan Bonek saat membela Persebaya mendapatkan pujian dunia. Untuk itu, “Saya yakin ini oknum tertentu yang ingin, tanpa sadar, di luar nalar, di luar kendalinya merusak nama Bonek. Saya berharap kepada semua Bonek, ayo kita jaga nama Kota Surabaya,” katanya. (red/hum).