Ketua PW GP Ansor Jatim Kenang Banser “Riyanto” Sebagai Simbol Patriot Kemanusiaan, Kini Sosoknya Dikenang Setiap Natal

26 Desember 2024 / oleh juangrak / views 377
72_1723473958

Juangrakyat.com, Surabaya. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, mengenang sosok Riyanto, anggota Banser yang gugur akibat ledakan saat bertugas menjaga keamanan di sebuah gereja di Mojokerto pada malam Natal tahun 2000.

Peristiwa tersebut menjadi catatan kelam sekaligus bukti nyata pengorbanan kader Banser dalam menjaga toleransi dan persatuan di Indonesia. Dalam pernyataannya, Musaffa’ menyampaikan penghormatan yang mendalam atas jasa Riyanto.

“Rianto adalah simbol keberanian dan dedikasi seorang Banser. Ia mengorbankan nyawanya demi melindungi masyarakat yang sedang beribadah. Pengorbanannya adalah teladan mulia bagi kita semua,” katanya

Tragedi yang Menggores Sejarah Toleransi

Ledakan yang menewaskan Riyanto terjadi pada malam Natal, saat ia bersama rekan-rekan Banser mengawal perayaan ibadah umat Kristiani di gereja Mojokerto. Insiden tersebut tidak hanya merenggut nyawa Riyanto, tetapi juga menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kedamaian di tengah ancaman intoleransi.

Musaffa’ menyebut bahwa hingga hari ini, keberanian Riyanto terus menjadi inspirasi bagi kader-kader Banser di seluruh Indonesia. “Riyanto tidak hanya seorang anggota Banser, tetapi juga pahlawan kemanusiaan yang rela berkorban demi nilai-nilai kebhinekaan yang kita perjuangkan bersama,” tambahnya.

Musaffa’ juga mengingat kembali dampak tragedi tersebut bagi keluarga Riyanto. “Saat itu, keluarga Riyanto mengalami duka yang mendalam. Namun, mereka tetap tegar dan bangga atas pengorbanan almarhum. Sebagai organisasi, kami terus mendukung mereka hingga saat ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau,” katanya.

Ansor Jawa Timur, lanjut Musaffa’, terus memperingati momen ini sebagai pengingat pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman. “Pengorbanan Riyanto adalah warisan yang akan terus kami jaga. Ia telah menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar kata, melainkan sebuah tindakan nyata yang harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Musaffa’ juga mengajak generasi muda Banser untuk meneladani semangat pengabdian Rianto.
“Tugas menjaga kerukunan umat beragama bukanlah tugas yang ringan. Tapi melalui semangat dan pengorbanan seperti yang ditunjukkan Riyanto, kita bisa melanjutkan perjuangan menjaga perdamaian di negeri ini,” tutup Musaffa’ Safril

Riyanto telah dimakamkan dengan penghormatan penuh, dan namanya dikenang sebagai simbol keberanian dan dedikasi Banser dalam menjaga keutuhan bangsa. Semangatnya akan terus hidup dalam perjuangan Ansor dan Banser untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan toleran. (red/*)

juangrak